Sejarah Kelurahan Ngadirejo
1. Asal-Usul Nama (Toponimi)
Nama Ngadirejo diyakini berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Jawa Kuno/Sansekerta:
"Ngadi" (berasal dari kata Adi): Berarti unggul, besar, utama, atau indah.
"Rejo": Berarti ramai, makmur, atau sejahtera.
Secara harfiah, Ngadirejo dapat dimaknai sebagai "Tempat yang utama/indah dan ramai nan makmur." Harapan dari para pendahulu adalah agar wilayah ini menjadi pusat kemakmuran yang ramai dikunjungi orang.
2. Kaitan Sejarah dengan "Ngadisimo" (Tanah Sima)
Sejarah Kelurahan Ngadirejo sangat erat kaitannya dengan wilayah Ngadisimo, yang kini menjadi salah satu lingkungan di dalam kelurahan tersebut.
Tanah Sima Tertua: Sejarawan dan budayawan Kediri sering mengaitkan Ngadisimo dengan istilah "Adhisima" (Adhi = Besar, Sima = Tanah Perdikan/Bebas Pajak).
Pusat Peradaban: Ngadisimo dipercaya sebagai salah satu titik peradaban atau komunitas masyarakat tertua di wilayah Kota Kediri. Dahulu, kawasan ini kemungkinan adalah tanah sima (tanah suci/istimewa) yang luas dan subur, yang diberikan oleh Raja (era Kediri/Majapahit) kepada masyarakat karena jasa-jasanya.
Bukti di Masa Kini: Hingga sekarang, nama Ngadisimo masih melekat kuat (seperti adanya Pasar Ngadisimo dan Jalan Ngadisimo) meskipun secara administratif masuk dalam wilayah Kelurahan Ngadirejo.